Kemandirian Air dan Energi Pulau Sumba serta Timor: 40 Embung Komunal Berpanel Surya Hidupkan Pertanian Lahan Kering NTT
KUPANG, KABAR RASA — Curah hujan yang singkat namun intensitas radiasi matahari tertinggi di Indonesia menjadikan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)—khususnya Pulau Timor, Sumba, Rote, dan Sabu—membutuhkan pendekatan rekayasa pengairan yang spesifik. DPW Partai RASA Zona Bali & Nusa Tenggara bersama koperasi tani lahan kering meresmikan pengoperasian 40 Embung Komunal Terpadu yang dilengkapi jaringan Irigasi Tetes Bertenaga Surya (Solar Drip Irrigation).
Air hujan yang ditampung di dalam embung berlapis geomembran pada musim penghujan dialirkan secara presisi langsung ke perakaran tanaman sorgum, jagung unggul, bawang merah, dan kelor menggunakan pompa tenaga surya. Teknologi irigasi tetes ini terbukti menghemat pemakaian air hingga 70 persen dibandingkan sistem penggenangan konvensional.
"Selama ini petani di Sumba Timur dan Timor Tengah Selatan hanya bisa bertanam satu kali setahun saat musim hujan tiba. Dengan embung geomembran dan irigasi tetes bertenaga matahari, lahan kering yang dulunya tandus di bulan Agustus hingga Oktober kini menghijau menghasilkan panen sorgum dan sayur segar," ujar Koordinator Wilayah NTT DPW Bali & Nusa Tenggara di Kupang.
Kabar RASA • DPW Bali & Nusa Tenggara
Menyajikan jurnalisme pergerakan rakyat dan aspirasi keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

