Kebangkitan Sorgum dan Kelor Organik Flores-Lembata sebagai Pangan Fungsional Bergizi Tinggi Penangkal Stunting
MAUMERE, KABAR RASA — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak boleh menyeragamkan konsumsi masyarakat pada satu komoditas beras semata, melainkan harus menghidupkan kembali keragaman pangan lokal nusantara yang kaya nutrisi dan tahan kekeringan. Di Pulau Flores, Adonara, dan Lembata, DPW Partai RASA Zona Bali & Nusa Tenggara mendampingi 85 kelompok tani perempuan membudidayakan kembali sorgum lokal dan pohon kelor (Moringa oleifera) berstandar organik.
Melalui rumah produksi koperasi pangan lokal di Maumere dan Larantuka, biji sorgum dikupas menggunakan mesin sosoh khusus menjadi beras sorgum dan tepung bebas gluten (gluten-free), sementara daun kelor dikeringkan pada suhu rendah agar kandungan zat besi, kalsium, dan proteinnya tetap utuh.
"Sorgum dan kelor adalah tanaman asli iklim semi-arid Nusa Tenggara yang tidak membutuhkan banyak air maupun pupuk kimia. Ketika beras sorgum dan biskuit kelor produksi koperasi ibu-ibu desa ini diserap untuk program pemberian makanan tambahan anak sekolah dan posyandu, angka stunting turun drastis sekaligus menggerakkan ekonomi desa," jelas Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan DPW Bali & Nusa Tenggara.
Kabar RASA • DPW Bali & Nusa Tenggara
Menyajikan jurnalisme pergerakan rakyat dan aspirasi keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

