Pemberdayaan Petani Pala dan Cengkih Kepulauan Banda serta Seram: Hilirisasi Minyak Atsiri Tembus Pasar Ekspor Eropa
AMBON, KABAR RASA — Kepulauan Maluku yang sejak berabad-abad silam dikenal dunia sebagai Kepulauan Rempah (Spice Islands) kini memasuki babak baru hilirisasi berbasis koperasi rakyat. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai RASA Zona Maluku bersama koperasi rempah di Kepulauan Banda, Pulau Ambon, Seram, serta Halmahera meresmikan empat unit Penyulingan Minyak Atsiri Pala dan Cengkih berbahan stainless steel food-grade.
Selama ini, buah pala yang pecah atau berukuran kecil saat panen sering kali dihargai sangat murah oleh pengumpul. Dengan unit penyulingan uap (steam distillation) milik koperasi desa, biji pala kualitas bawah dan daun cengkih kering dapat disuling menjadi minyak atsiri murni yang memiliki nilai jual mencapai Rp950.000 hingga Rp1,4 juta per kilogram di pasar farmasi dan parfum Eropa.
"Kejayaan rempah Maluku harus kembali mensejahterakan pemilik sah kebun-kebun pala dan cengkih, yaitu petani kepulauan kita sendiri. Selain mengekspor biji pala utuh dan bunga fuli kualitas terbaik dengan sertifikat bebas aflatoksin, daging buah pala yang dulunya terbuang kini juga diolah oleh kelompok ibu-ibu menjadi sirup pala, selai, dan manisan kemasan modern," ujar Ketua DPW Partai RASA Zona Maluku di Ambon, Senin (12/10/2026).
Kabar RASA • DPW Maluku
Menyajikan jurnalisme pergerakan rakyat dan aspirasi keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

