Pengembangan Sentra Kopi Arabika Pegunungan Bintang, Wamena, dan Dogiyai Berbasis Koperasi Masyarakat Adat Papua
JAYAPURA, KABAR RASA — Kopi Arabika yang tumbuh secara organik di ketinggian 1.600 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut pada lembah-lembah Pegunungan Tengah Papua—meliputi Lembah Baliem (Jayawijaya), Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, hingga Moanemani (Dogiyai) dan Paniai—memiliki profil cita rasa floral dan manis alami yang sangat istimewa.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai RASA Zona Papua memperluas program pemberdayaan Koperasi Kopi Masyarakat Adat dengan menyalurkan 25 unit mesin pengupas kulit buah (pulper) ramah lingkungan, rumah jemur tenaga surya (solar dryer dome), serta skema konsolidasi kargo udara balik dari bandara-bandara perintis menuju Sentani dan Nabire.
"Kendala terbesar petani kopi di pedalaman Papua selama ini adalah mahalnya biaya angkut pesawat perintis dan kurangnya alat pengolahan pascapanen di kampung. Dengan mengonsolidasikan hasil panen melalui koperasi marga dan memanfaatkan ruang kargo balik pesawat pengangkut bahan pokok, biaya logistik turun drastis dan petani Orang Asli Papua (OAP) menerima pembayaran tunai dengan harga spesialti Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram green bean," ujar Ketua DPW Partai RASA Zona Papua di Jayapura, Senin (12/10/2026).
Kabar RASA • DPW Papua
Menyajikan jurnalisme pergerakan rakyat dan aspirasi keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

