Pengawasan Lingkungan dan Kemitraan UMKM Lokal di Kawasan Hilirisasi Nikel Morowali, Konawe, dan Luwu Timur
MAKASSAR, KABAR RASA — Pesatnya pertumbuhan industri pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Sulawesi Tengah (Morowali), Sulawesi Tenggara (Konawe dan Pomalaa), serta Sulawesi Selatan (Luwu Timur) sebagai bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik harus diimbangi dengan perlindungan lingkungan pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai RASA Zona Sulawesi membentuk Posko Pemantauan Ekologi dan Kemitraan Rantai Pasok Daerah di tiga provinsi tersebut. Tim advokasi DPW menekankan dua tuntutan kebijakan utama: pertama, percepatan transisi sumber energi smelter menuju pembangkit hidro dan surya sesuai RUPTL 2025–2034 serta pengelolaan limbah tailing yang nol-pencemaran terhadap teluk tempat nelayan mencari ikan. Kedua, kewajiban katering dan logistik kawasan industri menyerap minimal 60 persen beras, sayur, telur, dan ikan dari koperasi petani-nelayan kabupaten setempat.
"Hilirisasi mineral di tanah Sulawesi tidak boleh menciptakan enklave ekonomi yang terpisah dari kesejahteraan warga sekitar. Puluhan ribu pekerja di kawasan industri membutuhkan pasokan pangan setiap hari; itu harus menjadi pasar pasti bagi petani dan peternak lokal kita di Sulawesi," tegas Ketua DPW Partai RASA Zona Sulawesi di Makassar, Senin (12/10/2026).
Kabar RASA • DPW Sulawesi
Menyajikan jurnalisme pergerakan rakyat dan aspirasi keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

