Revitalisasi Pertanaman Kakao Fermentasi dan Kopi Toraja-Enrekang: Koperasi Sulawesi Selatan Tembus Pasar Cokelat Artisanal
PALOPO, KABAR RASA — Pulau Sulawesi merupakan produsen biji kakao terbesar di Indonesia, namun sebagian besar petani sebelumnya menjual biji kakao kering tanpa fermentasi dengan harga diskon di pasar komoditas. Untuk membalikkan keadaan tersebut, DPW Partai RASA Zona Sulawesi mendirikan 12 Rumah Fermentasi dan Pengeringan Surya Terpadu yang dikelola oleh koperasi petani di Luwu Raya, Pinrang, Polewali Mandar, dan Kolaka.
Di fasilitas tersebut, biji kakao basah dari kebun anggota difermentasi selama lima hari di dalam kotak kayu berjenjang hingga menghasilkan aroma cokelat premium yang bebas rasa sepat. Sebagian biji kakao pilihan bahkan langsung diolah oleh unit UMKM pemuda lokal menjadi cokelat batang (bean-to-bar) dan bubuk minuman cokelat murni.
"Begitu petani beralih ke kakao fermentasi terstandar dan mengintegrasikannya dengan jalur pemasaran Kopi Arabika Toraja serta Kalosi Enrekang, pembeli dari industri cokelat dalam dan luar negeri berani membayar premi harga 35 hingga 50 persen di atas harga pasar biasa," jelas Ketua Biro Pertanian DPW Sulawesi.
Kabar RASA • DPW Sulawesi
Menyajikan jurnalisme pergerakan rakyat dan aspirasi keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

