Hilirisasi Karet dan Sawit Rakyat di Riau serta Jambi: Petani Swadaya Produksi Aspal Karet dan Bioenergi Bersertifikat
PEKANBARU, KABAR RASA — Selama bertahun-tahun pekebun karet dan kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan kerap terpukul oleh naik-turunnya harga komoditas mentah di pasar global. Merespons tantangan tersebut, DPW Partai RASA Zona Sumatera menginisiasi konsorsium Koperasi Pekebun Rakyat untuk masuk ke rantai hilirisasi industri skala menengah.
Di Kabupaten Kampar dan Muaro Jambi, unit pengolahan lateks terpadu milik koperasi kini mampu memproduksi karet remah spesifikasi teknis serta bahan tambah (additive) aspal karet yang langsung diserap oleh dinas pekerjaan umum daerah untuk pengaspalan jalan provinsi dan kabupaten. Campuran aspal karet sebesar 7 persen terbukti membuat perkerasan jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat dan cuaca ekstrem tropis.
"Hilirisasi tidak boleh hanya dinikmati oleh pabrik konglomerasi besar. Dengan menyatukan 4.200 petani pekebun swadaya dalam satu koperasi pengolahan, harga beli bokar (bahan olah karet) bersih di tingkat petani meningkat dari Rp9.500 menjadi Rp14.800 per kilogram," jelas Koordinator Ekonomi Kerakyatan DPW Sumatera di Pekanbaru.
Pada saat yang sama, pendampingan sertifikasi perkebunan berkelanjutan (ISPO) terus dipercepat bagi pekebun sawit rakyat agar tandan buah segar (TBS) mereka dapat masuk ke rantai pasok bioenergi nasional tanpa kendala legalitas lahan.
Kabar RASA • DPW Sumatera
Menyajikan jurnalisme pergerakan rakyat dan aspirasi keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

